Tausiyah MKI kampus3 Poltekkes Surakarta
(rabu, 25 april 2012)
"Bukan kematian yang aku takuti, tapi menyianyiakan waktu yang aku takuti. Karena kematian hanya memutuskan aku dengan dunia, tapi sia-sia waktu memutuskan aku dengan Alloh dan Surga."
(Imam As Syafi'i rahimahulloh)
"Dirimu, jika tak engkau sibukkan dengan kebaikan, maka akan disibukkan dengan kebatilan."
(Hasan Al Bashri rahimahulloh)
"Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk ALLAH, TUHAN alam semesta."
Selasa, 24 April 2012
Optimisme dan Pesimisme
Sumber: http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/optimisme-dan-pesimisme.htm
oleh Hasan al-Banna
Sumber: http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/optimisme-dan-pesimisme.htm
oleh Hasan al-Banna
"Janganlah berputus asa atas rahmat Allah. Sungguh, tiada orang yang berputus asa atas rahmat Allah, kecuali orang yang kafir". (QS : Yusuf : 87)
Saya tidak pernah membayangkan bahwa dalam hati orang yang beriman
kepada Allah dapat dihinggapi penyakit putus asa dan pesimis. Betapapun
gelapnya jalan yang akan dilalui, beratnya penderitaan yang menimpa, dan
tegarnya halangan merintang.
Al-Qur'an menempatkan rasa putus asa ini sekedudukan dengan kekufuran dan menyejajarkan dengan kesesatan.
Firman-Nya :
"Tiada yang berputus harapan mengenai rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat". (QS : al-Hijr : 56)
Dan al-Qur'an juga telah menegaskan adanya undang-undang alam (sunatullah) yang tak kan berganti.
Firman-Nya:
"Begitulah hukum Allah yang berlaku terhadap orang-orang yang
terdahulu, dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada hukum Allah
itu". (QS : al-Ahzab : 56)
Sesungguhnya hari-hari itu beredar diantara manusia, senantiasa
berganti dan bertukar, keadaan pun senantiasa berubah. Orang yang kuat
tidak selamanya kuat, yang berkuasa tidak selamanya berkuasa, yang lemah
tidak selamanya lemah. Keadaan itu akan silih berganti menimpa umat dan
bangsa, sebagaimana yang terjadi pada perorangan.
Firman-Nya :
"Dan hari-hari itu Kami pergilirkan diantara manusia, karena
Allah hendak menunjukkan siapa yang benar-benar beriman dan siapa pula
yang gugur diantaramu yang dapat disebut syuhada'. Namun Allah tiak
menyukai orang-orang yang zalim". (QS : Ali Imran : 140).
Hikman Allah pada semua itu ialah hendak menguji orang-orang mukmin,
hendak mencoba orang-orang yang benar, hendak membedakan mana yang baik
dan mana yang buruk. Lalu dijadikannya yang buruk itu berbaku hantam
sesamanya, saling menjatuhkan satu sama lain. Kemudian semua yang buruk
itu ditenggelamkan dalam negara jahanam.
Firman-Nya :
"Karena Allah hendak memisakan golongan yang buruk dari golongan
yang baik dan meletakkan golongan yang buruk itu diatas yang lain,
semuanya bertumpang tindih sesamanya, untuk kemudian dimasukkannya ke
dalam neraka jahanam. Mereka itulah orang-orang yang merugi". (QS : al-Anfal : 37)
Dan untuk memberi balasan kepada orang-orang yang benar yang
konsisten dan komitmen pada kebenaran, diberi-Nya pertolongan dan
kemenangan di dunia dan diberinya ganjaran dan ampunan di akhirat.
Firman-Nya :
"Dan akan kami uji kamu sehingga Kami tahu siapa diantara kamu
yang berjihad dan siapa yang sabar. Dan Kami akan menguji berita-berita
mengenai kamu".(QS : Muhammad :31)
"Apakah kamu kira bahwa kamu masuk surga, sedangkan Allah tiada
mengenalorang yang berjihad diantara kamu dan orang yang menunjukkan
kesabaran?". (QS : Ali Imran : 142)
"Apakah kamu mengira bahwa kamu masuk surga tanpa cobaan seperti
yang menimpa orang yang sebelum kamu? Malapetaka dan sengsara menimpa
mereka, dan hatinya demikian berguncang, sehingga Rasul dan orang yang
beriman bersamanya berkata, "Bilakah datang pertolongan Allah? Sungguh
pertolongan Allah selalu dekat". (QS : al-Baqarah : 214)
Ya, pertolongan itu begitu dekat manakala keadaan sudah sangat kritis, pandangan sudah layu, da hati terasa hampir lepas.
Firman-Nya :
"Sehingga apabila Rasul-rasul berputus asa dan mengira mereka
dianggap pendusta, datangnya kepadanya pertolongan Kami, dan
diselamatkanlah orang-orang yang Kami kehendaki. Tapi tiada hukuman Kami
dapat ditolak dari kaum yang pendusta". (QS : Yusuf : 110).
Ya, hukum Allah ini tidak berbeda dengan yang berlaku kepada umat
terdahulu. Betapa banyaknya umat yang asalnya lemah duduk bersimpuh,
setelah sekian lama kemudian bangkit. Mereka bergerak setelah sekian
lama membeku. Dan betapa banyaknya bangsa ayang asalnya hidup dalam
kemewahan, naman karena mengkufuri nikmat Allah, lalu hilang
eksistensinya, tidak ada lagi wujudnya. Mereka dihancurkan oleh Allah
dengan kelaparan dan ketakutan gara-gara ulah mereka sendiri.
Firman-Nya :
"Allah membuat perumpamaan sebuah negeri yang aman tentram,
rizkinya berlimpah ruah dari setiap penjuru, namun penduduknya ingkar
akan nikmat Allah, maka Allajh merasakan kepada lapar, dan ketakutan
meliputinya sebagai pakaian, disebabkankejahatan mereka lakukan". (QS : An-Nahl : 112)
"Dan betapa banyak Kami binasakan penduduk negeri yang
menyombongkan mata pencahariannya.Sekarang tempat-tempat kediaman mereka
- sesudah mereka tiada - telah ditinggalkan, kecuali beberapa. Dan
Kamilah Pewarisnya". (QS : Al-Qashash : 58)
"Bila Kami bermaksud membinasakan suatu negeri, Kami berikan
perintah kepada mereka yang didalamnya hidup mewah (supaya patuh), namun
mereka melanggar aturan. Maka sepantasnya berlaku kutukan atas mereka,
lalu Kami pun membinasakannya hancur berantakan". (QS : al-Isra' : 16)
"Dan Kami beri keputusan kepada Bani Israel dalam al-Kitab : Dua
kali kamu berbuat kerusakan di muka bumi, dan kamu pasti akan merasa
sombong di muka bumi dengan kesombongan yang besar. Maka ketika tiba
yang pertama dari kedua peringatan, Kami utus kepaamu hamba-hamba Kami
yang punya kekuatan dahsyat. Mereka menggeledah bagian-bagian yang
paling dalam dari rumah-rumahmu. Dan itu adalah peringatan yang pasti
dilaksanakan. Kemudian Kami beri kamu lagi giliran melawan mereka, dan
Kami bantu kamu dengan harta kekayaan dan anak-anak,dan Kami jadikan
kamu kelompok yang lebih besar".(QS : al-Isra' : 4-6)
"Sungguh Fir'aun menyombongkan diri dalam negeri dan menjadikan
penduduknya terpecah-belah dengan menindas segolongan dari mereka. Ia
sembelih putera-putera mereka dan dibiarkannya hidup anak-anak
perempuannya. Sungguh ia masuk golongan yang merusak. Kami ingin memberi
karunia kepada mereka yang tertindas dimuka bumi, menjadikan mereka
pemimpin-pemimpin dan pewaris-pewaris,dan Kami teguhkan mreka diatas
bumi. Dan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Hamam berserta tentaranya
apa yang mereka kuatirkan dari mereka itu". (QS : al-Qashash : 4-6)
Al-Qur'an sebagai firman Allah ini, menegaskan bahwa Allah akan
memberikan bantuan kepada orang-orang yang sabar yang tidak pernah
dihinggapi rasa pesimis dan putus harapan bahwasanya mereka akan
memperoleh kekuatan karena rahmat dan kekuasaan Allah. Suatu kekuatan
yang melebihi kekuatan semua makhluk.Suatu kekuatan yang tak dapat
dicapai oleh usaha manusia semata-mata,dan .. tidak ada yang mengetahui
tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.
Firman-Nya :
"Mereka yang kepadanya orang berkata : "Orang-orang telah
berkumpul akan melawan kamu, maka takutilah mereka!" Tapi mereka
bertambah imannya karenanya, dan mereka berkata, "Allah cukup bagi kami,
dan Ia lah sebaik-baik pengatur segara urusan". Dan mereka pun kembali
dengan nikmat dan karunia dari Allah. Tiada bencana menyentuhnya, karena
mereka mengikuti keridhaan Allah.Dan Allah pemiliki karunia yang tiada
tepermanai. Itu hanyalah syetan menakuti-nakuti dengan kawan-kawannya.
Maka janganlah kamu takut kepadanya, tapi takutlah kepada-Ku, jika kamu
beriman".(QS : Ali Imran : 173-175)
"Dua orang laki-laki diantara orang yang taqwa, yang beroleh
karunia dari Allah, berkata, "Masuklah kamu menemui mereka melalui pintu
gerbang. Jika kamu telah masuk ke dalam, pastilah kamu menang.
Tawakallah kepaa Allah,jika kamu orang beriman". (QS : Al-Maidah : 23)
Kadang-kadang tidak terlintas hati orang-orang mukmin yang sabar itu
bahwa mereka akan dapat mencapai hal ini dengan begitu muah, atau akan
terwujud apa yang mereka cita-citakandan mereka harapkan. Memang Allah
Yang Mahaluhur mendekatkan kepada mereka apa-apa yang jauh, memudahkan
apa yang sukar, dan menyempurnakan pertolongan kepada mereka tanpa
mereka duga sebelumnya.
Firman-Nya :
"Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafirdari kalangan ahli
kitab dari rumah mereka sendiri pada waktu pengusiran pertama kali.
Tiada kamu sangka mereka akan keluar, dan mereka menyangka dapat
bertahan dalam benteng-bentengnya terhadap Allah. Lalu hukuman Allah
datang kepada mereka dari tempat yang tiada mereka sangka. Dan Ia
lontarkan ketakutan dalam hati mereka. Mereka hancurkan rumah-rumah
mereka dengan tangan-tangan mereka sendiri dan tangan-tangan orang
beriman. Maka ambillah ini sebagai pelajaran,wahai orang-orang yang
punya pandangan tajam! Sekiranya Allah tiada menentukan pengusiran bagi
mereka, tentulah Ia telah siksa mereka di dunia, sedang di akhirat
mereka pasti mendapat siksaan api neraka". (QS : al-Hasyr : 2-3).
"Dan Allah menghalau orang-orang kafir yang penuh kemarahan,
sehingga mereka tiada memperoleh keuntungan. Dan cukuplah Allah bagi
orang-orang mukmin dalam perangnya. Allah Mahakuat, Maha Perkasa.Ia
turunkan orang-orang ahli kitab yang menolong mereka dari
benteng-bentengnya, dan Ia masukkan ketakutan dalam hati mereka.
Sebagian kamu bunuh dan sebagian lagi kamu tawan. Dan Ia jadikan kamu
pewaris tanah-tanah,rumah-rumah,harta henda mereka,dan tanah yang belum
pernah kamu injak sebelumnya. Allah berkuasa atas segala se suatu". (QS : al-Ahzab : 25-27)
Maka, wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Kitab al-Qur'an yang mulia ini, apakah pantas anda mengatakan, "Apakah yang akan kita perbuat? Padahal kita hanyalah kaum yang lemah sedangkan mereka adalah bangsa yang kuat?".
Apakah dapat dikatakan sebagai sikap yang baik, jika salah seorang
dari kalian surut ke belakang?Padahal dalam hatinya terdapat rasa
optimisme yang besar dan dibelakangnya ada pertolongan yang akan
menguatkan barisan perjuangannya ..?
Wallahu'alam.
Sabtu, 14 April 2012
HUBUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PASIEN MENURUT ISLAM
Akhir-akhir ini sering terdengar keluhan dan kritik masyarakat terhadap sikap dan pelayanan petugas kesehatan (tenaga medis dan paramedis) terhadap pasien, terutama di rumah-rumah sakit pemerintah, sebab hubungan antara petugas kesehatan dengan pasien dipandang kurang sejajar atau serasi, kurang komunikatif, acuh, dan kurang ,manusiawi, karena tarifnya dianggap terlalu tinggi, sehingga memberatkan pasien dan sebagainya, bahkan terkadang dokter yang bertugas tidak ada di tempat atau para petugas sedang ngobrol, padahal ada pasien yang sangat mengharapkan pertolongan segera.
Disamping itu, ada beberapa pelanggaran kode etik kedokteran, pelanggaran sumpah jabatan, lalai atau lengah dalam menjalankan tugas atau salah pemberian obat sehingga mengakibatkan kematian pasien atau cacat berat seumur hidup atau bertambah penderitaan pasien. Maka untuk mengatasi permasalahan tersebut harus diusahakan terwujudnya suasana dan hubungan yang baik antara petugas kesehatan dengan pasien atas dasar mutual understanding, mutual trust, mutual respeck antara kedua belah pihak.
PANDANGAN ISLAM TENTANG KESEHATAN
Islam sangat memperhatikan masalah kesehatan, baik kesehatan fisik dan mental, maupun kesehatan lingkungan. Hal ini dapat kita temukan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang merupakan sumber hukum Islam dan pedoman hidup (way of life) bagi seluruh umat Islam.
Ajaran Islam yang berkenaan dengan kesehatan, diantaranya:
- Larangan melakukan hubungan seksual antara pria dan wanita diluar nikah (zina atau prostitusi), sebab bisa menimbulkan penyakit kelamin dan AIDS. Hal ini diperhatikan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 32.
و لا تقر بوا ا لزّ نى انّه كا ن فا حشة و ساء سبــيلا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.
- Perintah puasa salama satu bulan penuh dalam bulan Ramadhan setiap tahun untuk kesehatan jasmani dan rohani. Hal ini diperhatikan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 183.
يا ا يّـها ا لّذ ين ا منـوا كـتب عليكم ا لصّيا م كما كـتب على ا لّذ ين من قبلــكم
لعـلــــكم تـتّـــقون
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”.
Berpuasa itu melatih diri, membentuk watak dan karakter, membangun rohani yang sedang idur nyenyak, mengenakan libasut taqwa, dan meninggalkan segala kemewahan hidup, memberi kesempatan perut untuk beristirahat agar kendor urat-urat yang telah bekerja keras selama setahun, perut yang terlalu kotor dapat reda dan menimbulkan kekuatan jasmani dan kesehatanpun terjaga. Di samping kejiwaan, kekuatan mental dan rohani juga tidak kalah penting meningkat.
- Anjuran berolah raga, misalnya seperti jalan kaki, jogging, dan berenang. Hal ini diperhatikan dalam hadist-hadist nabi.
HUBUNGAN ANTARA PETUGAS KESEHATAN DENGAN PASIEN
Islam sangat menghargai tugas kesehatan, karena tugas ini adalah tugas kemanusiaan yang sangat mulia, sebab menolong sesama manusia.
Menurut Islam hubungan antara petugas kesehatan dengan pasien adalah sebagai hubungan penjual jasa dengan pemakai jasa, sebab pasien dapat memanfaatkan ilmu, keterampilan dan keahlian petugas kesehatan, sedangkan petugas kesehatan memperoleh imbalan atas profesinya berupa gaji atau honor. Sebagai akibat dari hubungan tersebut, maka timbullah hak dan kewajiban antara kedua belah pihak.
Kewajiban petugas kesehatan lebih banyak daripada hak dan kewajiban pasien, karena tanggung jawab petugas kesehatan sangat besar yakni keselamatan jiwa dan raga pasiennya. Seperti halnya hak dan kewajiban antara suami dan istri, dimana tanggung jawab suami lebih besar daripada istri, maka logis dan adillah kalau hak dan kewajiban suami lebih banyak daripada istri. Hal ini diperhatikan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 34 tentang kedudukan suami istri.
ا لّر جا ل قوّا مون على ا لنّـساء بـما فـضّــــل ا للّـه بعـضهم على بعـض
و بـما ا نفـقـوا من ا مـوا لهـم فا لصّا لحا ت قا نـتا ت حا فـظا ت للغـيـب
بما حفـظ ا للّـه وا لّلا تى تخا فـون نـشوزهنّ وا هـجـروهّن فى ا لمضا جع
وا ضــر بـواهـنّ فـا ن ا طـعـنـكـــــــــم فـلا تـبـغـوا عـليهـنّ سـبـــــــيـلا
ا نّ للّـه كــــــا ن عـليّا كــــبـيرا
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shaleh ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allah telah memelihara mereka . Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusuzuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka, kemudian jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
HAK DAN KEWAJIBAN PETUGAS KESEHATAN DAN PASIEN
Kewajiban-kewajiban petugas kesehatan, diantaranya:
- Melaksanakan tugas sesuai dengan sumpah jabatan
- Memberikan pelayanan yang baik (teliti, komunikatif, ramah, tidak diskriminatif) terhadap pasien.
- Melindungi pasien dari sasaran propaganda agama lain.
- Menyampaikan amanat atau wasiat yang meninggal kepada keluarga atau ahli warisnya yang tidak sempat mendampinginya saat wafat.
- Menolak permintaan pelayanan yang bertentangan dengan ajaran agama seperti abortus, dan lain-lain.
Hak-hak petugas kesehatan, diantaranya:
- Mendapatkan imbalan berupa gaji, honor, dan lain-lain yang layak sesuai dengan pelayanan yang diberikan kepada pasien.
- Mendapatkan perlindungan hukum atas profesinya.
- Menolak pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan ajaran agamanya.
Kewajiban-kewajiban pasien, diantaranya:
- Membayar biaya konsultasi, pengobatan, perawatan sesuai dengan tariff resmi yang telah ditetapkan.
- Mempercayai dan mematuhi semua perintah, nasihat, dan peraturan yang diberikan oleh petugas kesehatan selama tidak bertentangan dengan ajaran agama.
Hak-hak pasien, diantaranya:
- Mendapatkan pelayanan yang baik dari petugas kesehatan.
- Mendapatkan perlindungan dari ancaman luar terhadap keselamatan jiwa dan akidah agamanya.
- Menuntut tanggung jawab petugas kesehatan atas musibah yang menimpanya karena kesalahan atau kelalaian petugas kesehatan.
- Menolak pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan ajaran agamanya.
Menurut hukum Islam, seseorang yang melakukan praktek kedokteran atau pengobatan, sedangkan ia bukan ahlinya, seperti dukun ataupun dokter koboy yang melakukan praktek dokter seperti operasi, maka ia harus bertanggung jawab atas kerugian pasiennya baik jiwa maupun materialnya. Sesuai sabda nabi :
“Barangsiapa melakukan praktek kedokteran atau pengobatan, sedangkan ia bukan ahlinya, maka ia harus bertanggung jawab menanggung kerugia.” HR. Abu Daud, Nasai, Ibn. Majah, dan Hakim.
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU
Sobat,
alhamdulillah kali ini MKI ( Majelis Kerohanian Islam ) punya kesempatan untuk
berbagi ilmu, yang insyalloh bermanfaat banyak nih buat sobat semuanya, simak
dan renungkan ya...
Sobat, Bersemangatlah dalam menuntut ilmu agama..
Ketahuilah
sobat, Ayat pertama yang diturunkan Allah adalah Surat Al-‘Alaq, di dalam ayat
itu Allah memerintahan kita untuk membaca dan belajar. Maka, menuntut ilmu
agama termasuk amal yang paling mulia, dan ia merupakan tanda dari kebaikan. Allah
Ta’ala berfirman yang artinya, “Allah
telah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu dari kalian
beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” [Al
Mujaadilah: 11]. Allah Ta’ala telah menjelaskan keistimewaan orang-orang
berilmu yang digandengkan dengan iman. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang dikehendaki oleh
Allah untuk mendapatkan kebaikan, akan dimudahkan untuk memahami ilmu agama”
(HR. Bukhari-Muslim). Dengan menuntut ilmu agama seseorang akan mendapatkan
pengetahuan yang bermanfaat baginya untuk melakukan amal shalih.
Nah, dari
sisi keilmuan dan pengamalan terhadap ilmu, manusia terbagi menjadi 3 jenis:
Jenis yang
pertama yaitu orang
yang berilmu dan mengamalkan ilmunya. Mereka ini adalah orang-orang yang diberi
petunjuk oleh Allah untuk menempuh shiratal mustaqim, yaitu jalan yang lurus
yang telah ditempuh oleh para nabi, orang-orang jujur, pada syuhada, dan
orang-orang shalih. Dan merekalah teman yang terbaik.
Jenis yang
kedua yaitu orang
yang berilmu namun tidak mengamalkannya. Mereka ini adalah orang-orang yang
dimurkai oleh Allah.
Jenis yang
ketiga yaitu orang
yang beramal tanpa ilmu. Mereka ini adalah orang-orang yang sesat.
Kemudian,
ketahuilah sobat , ilmu yang bermanfaat itu di ambil dari Al Qur’an dan hadits,
dengan bantuan para pengajar,dan agar amalmu termasuk amal shalih, wajib bagimu
untuk mempelajari hal-hal pokok yang menegakkan agamamu. Seperti mempelajari
tentang shalat, puasa, haji, zakat, juga mempelajari perkara muamalah yang
engkau butuhkan. Agar engkau dapat mengambil yang boleh saja dan tidak
terjerumus pada hal yang diharamkan oleh Allah Ta’ala.
Maka
bersemangatlah membaca kitab-kitab yang bermanfaat, dan berkonsultasilah dengan
para ulama. Hal ini bisa dilakukan dengan menghadiri pengajian-pengajian ( he
he ikut MKI juga termasuk di dalamnya lhoJ ), atau mendengarkan program-program Islami dari
siaran radio, atau membaca majalah atau buletin yang membahas permasalahan
agama, jika engkau bersemangat, tentu bersinarlah cahaya ilmu bagimu dan
teranglah penglihatanmu.
Dan jangan
lupa sobat, ilmu itu akan disucikan dengan amal. Jika engkau mengamalkan apa
yang telah engkau ilmui, maka Allah Ta’ala akan menambahkan ilmu bagimu.
Sebagaimana peribahasa orang arab “Orang yang mengamalkan apa yang telah ia
ilmui, maka Allah akan mewarisinya ilmu yang belum ia ilmui”. Peribahasa
ini dibenarkan oleh firman Allah Ta’ala yang artinya: “Bertaqwalah kepada
Allah, maka Allah akan membuatmu berilmu. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu” [Al Baqarah: 272]
Allah Ta’ala
telah memuji para ulama yang mengamalkan ilmunya, dan mengangkat derajat mereka
dalam Al Qur’an. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Apakah sama antara
orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya hanya orang
yang berakal saja yang dapat menerima pelajaran” [Az Zumar: 9 ]
Nah, biar
tambah semangat nuntut ilmu agamanya, simak juga keutamaan ilmu ini nih....
Syaikh
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengumpulkan keutamaan ilmu ini yaitu
1.
Bahwa ilmu dien adalah warisan para nabi SAW, warisan
yang paling mulia dan berharga. Rasulullah SAW telah bersabda: “Keutamaan sesorang ‘alim (berilmu) atas
seorang ‘abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan atas seluruh
bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi. Sesungguhnya para
nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu,
maka barangsiapa mengambilnya (warisan ilmu) maka dia telah mengambil
keuntungan yang banyak.” (HR. Tirmidzi).
2.
Ilmu itu tetap akan kekal sekalipun pemiliknya telah
mati, berbeda dengan harta. Karena harta yang jadi rebutan manusia itu pasti
akan sirna. Rasul SAW bersabda: “Jika
manusia mati terputuslah amalnya kecuali tiga: shadaqah jariyah, atau ilmu yang
dia amalkan atau anak shalih yang mendoakannya.”
3.
Ilmu, sebanyak apapun tak menyusahkan pemiliknya untuk
menyimpan, tak perlu gedung yang tinggi dan besar untuk meletakkannya. Cukup
disimpan dalam dada dan kepalanya, bahkan ilmu itu yang akan menjaga pemiliknya
sehingga memberi rasa nyaman dan aman, lain halnya dengan harta yang semakin
bertumpuk, semakin susah pula untuk mencari tempat menyimpannya, belum lagi
harus menjaganya dengan susah payah bahkan bisa menggelisahkan pemiliknya.
4.
Ilmu, bisa menghantarkan pemiliknya menjadi saksi atas
kebenaran dan keesaan Allah. Sedang pemilik harta? Harta sama sekali takkan
menghantarkan pemiliknya sampai ke derajat sana.
5. Para Ahli
ilmu agama termasuk golongan petinggi kehidupan yang Allah perintahkan supaya
orang mentaatinya, tentunya selama tidak menganjurkan durhaka kepada Allah dan
RasulNya, sebagaimana firmanNya:“Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil amri
di antara kamu.” (An-Nisa: 59).
6.
Para ulama, mereka itulah yang tetap tegar dalam
mewujudkan syariat Allah hingga datangnya hari kiamat. Rasulullah Shallallaahu
alaihi wa Salam telah bersabda:. “Barangsiapa
yang Allah kehendaki padanya kebaikan, maka Allah akan fahamkan dia dalam
(masalah) agama. Aku adalah Al-Qasim (yang membagi) sedang Allah Azza wa Jalla
adalah yang Maha Memberi. Umat ini akan senantiasa tegak di atas perintah
Allah, tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka
sampai datang putusan Allah.” (HR. Al-Bukhari).
7. Rasulullah SAW
menggambarkan para pemilik ilmu dengan lembah yang bisa menampung air yang
bermanfaat terhadap alam sekitar, beliau bersabda, yang artinya:
Perumpamaan
dari petunjuk ilmu yang aku diutus dengannya bagaikan hujan yang menimpa tanah,
sebagian di antaranya ada yang baik (subur) yang mampu menampung air dan
menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak, di antaranya lagi ada
sebagian tanah keras yang (mampu) menahan air yang dengannya Allah memberikan
manfaat kepada manusia untuk minuman, mengairi tanaman dan bercocok tanam. Dan
sebagian menimpa tanah tandus kering yang gersang, tidak bisa menahan air yang
menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.
Orang yang
memahami agama Allah dan memanfaatkan apa yang aku bawa, maka dia mempelajari
dan mengajarkannya. Sedangkan orang yang tidak (tidak memperhatikan ilmu) itu
(maka) dia tidak mendapatkan petunjuk Allah (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
8. Ilmu adalah
jalan menuju Surga, tiada jalan pintas menuju Surga kecuali ilmu. Sabdanya: Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka
Allah mudahkan baginya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim).
9. Ilmu
merupakan pertanda kebaikan seorang hamba. Sabda beliau
SAW : “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan, Allah akan
pahamkan dia (masalah) dien.” (Al-Bukhari).
10. Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan hamba
sehingga dia tahu bagaimana beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan para
hamba Allah.
Orang ‘alim
(berilmu) adalah cahaya bagi manusia lainnya. Dengan dirinyalah manusia dapat
tertunjuki jalan hidupnya.
11.
Allah akan mengangkat derajat Ahli Ilmu (orang alim)
di dunia dan akhirat.
Karena itulah Sobat, mari kita gali ilmu agama secara benar dari sumber
aslinya yaitu Al-Qur’an dan Sunnah melalui pemahaman para Salafus-Shalih yakni
para sahabat radhiyallahu ‘anhum serta para pengikutnya hingga hari akhir.
Semangat sobat.......;)
Selamat Datang
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.
Alhamdulillah, Hamdan wa Syukurillah akhirnya Majelis Kerohanian Islam Politeknik Kesehatan Kampus 3 bisa membuat Blog sendiri. Blog ini merupakan sarana dakwah bagi Mahasiswa Politeknik Kesehatan Surakarta khususnya kampus 3 Klaten.
Langganan:
Postingan (Atom)

